Blog / Dokter Malaysia

Apa Itu Radioterapi?

Oleh Dr. Hayani Binti Abdul WahidDitulis

Apa Itu Radioterapi?

Ringkasan

Radioterapi merupakan salah satu cara mengobati kanker. Kapan dan jenis kanker apa saja yang dapat diobati?

Tonton video: Apa Itu Radioterapi

Mau berobat dgn Dr. Hayani Binti Abdul Wahid, di Mahkota Medical Centre, Melaka? Isi form ini.

Radioterapi adalah pengobatan kanker menggunakan mesin khusus, seperti: mesin Tomoterapi dan LINAC (Linear particle accelerator).

Pengobatan radioterapi dikenal juga dengan sebutan radiasi, laser, ataupun sinar. Semua penyebutan tersebut benar dan merujuk pada hal yang sama, yaitu radioterapi.

Pada prinsipnya, teknologi terapi ini mirip dengan rontgen. Perbedaannya adalah energi sinar digunakan dapat membunuh sel-sel kanker.

Beberapa jenis kanker perlu diobati dengan menggunakan radioterapi karena tidak dapat dilakukan pembedahan untuk mengangkat sel kanker atau tumor ganas. Contohnya:

  • Kanker hidung/nasofaring. Ini adalah jenis kanker yang berkembang di bagian atas tenggorokan. Gejalanya sendiri beragam, seperti hidung tersumbat, mimisan, sering sakit kepala, dan sulit bernafas.
  • Kanker serviks. Jenis kanker yang menyerang leher rahim ini belum diketahui penyebabnya secara pasti tetapi sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ada kaitan erat dengan infeksi HIV. Untuk stadium 2B ke atas, perlu dilakukan perawatan sinar (radiasi) karena tidak bisa dioperasi.

Untuk sebagian jenis kanker lainnya, walaupun sudah diangkat melalui operasi atau pembedahan, tetap memerlukan perawatan laser ini.

Pengobatan lanjutan kanker setelah operasi akan ditentukan oleh dokter onkologi dengan mengacu hasil pemeriksaan terbaru.

Contohnya pengobatan kanker yang perlu dilanjutkan dengan radioterapi adalah:

  1. Kanker payudara. Berada di urutan pertama dalam kasus kanker terbanyak di Indonesia, membuat jenis kanker ini ditakuti oleh wanita. Kanker yang tumbuh di jaringan payudara ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berat badan berlebih, kebiasaan merokok, dan menstruasi dini.
  2. Kanker prostat. Sebagian besar penderita kanker ini adalah pria dengan usia di atas 65 tahun. Salah satu gejala yang dialami penderitanya adalah kesulitan untuk buang air kecil dan timbul rasa nyeri.
  3. Kanker rektum. Beberapa faktor resiko yang memicu terjadinya kanker yang berkembang di saluran akhir usus besar ini adalah usia, jenis kelamin, obesitas, dan kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol.

Untuk mendapatkan diagnosis, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Bila berencana untuk berobat ke Malaysia, silakan isi form di sini.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Baca disclaimer kami.

Rumah sakit dan dokter terkait

Artikel lainnya

Butuh rekomendasi rumah sakit, cek jadwal, atau minta perkiraan biaya?

Kirim pertanyaan Anda lewat WhatsApp. Tim dokter umum MediSata akan membalas dan membantu menyiapkan rencana berobat, tanpa biaya.

Chat WhatsApp

Agar kami bisa langsung membantu, sertakan:

  • Keluhan atau diagnosis pasien
  • Usia pasien
  • Hasil lab, scan, atau surat rujukan (jika ada), cukup difoto
  • Perkiraan tanggal berangkat
  • Kota asal di Indonesia
Chat WhatsApp Kirim pertanyaan