Blog / Dokter Malaysia
Efek Samping Radioterapi

Ringkasan
Kulit kemerahan, capek, perut kembung, mual, diare, sariawan merupakan efek samping yang muncul setelah radioterapi. Bagaimana cara meminimalisirnya?
Tonton video: Efek Samping Radioterapi
Mau berobat dgn Dr. Hayani Binti Abdul Wahid, di Mahkota Medical Centre, Melaka? Isi form ini.
Berbeda dengan kemoterapi, efek samping radioterapi hanya sedikit (minim) karena terapi ini adalah pengobatan lokal dan terarah sehingga efek yang muncul hanya pada bagian tubuh mana yang diradiasi.
Menurut Dr Hayani, dokter onkologi di RS Mahkota Melaka, berikut beberapa efek samping yang mungkin dialami pasien setelah pengobatan kanker dengan cara laser:
Kulit
Umumnya, kulit akan kemerahan dan menjadi sedikit kehitaman. Dokter akan memberikan resep lotion untuk dioleskan ke bagian kulit yang terkena efek samping.
Tubuh
Badan akan terasa lelah setelah beberapa minggu penyinaran dilakukan. Hal ini dipicu oleh rusaknya sel-sel sehat di sekitar sel kanker akibat paparan radiasi. Dianjurkan untuk banyak istirahat dan minum air putih yang cukup.
Payudara
Untuk radiasi di area payudara, efek yang terlihat hanya pada kulit, seperti gatal dan kemerahan. Pasien biasanya tidak akan mengalami mual.
Perut
Untuk radioterapi di area perut, biasanya efek yang ditimbulkan berupa kembung dan sedikit mual. Sedangkan, di bagian bawah lambung, biasanya pasien akan mengalami diare atau sering BAB.
Kepala
Jika laser dilakukan di area kepala, efek samping biasanya di dalam mulut, yaitu berupa sariawan, mulut terasa kering, dan peradangan pada mukosa.
Dokter akan memberikan pengobatan untuk meminimalisir efek samping yang ditimbulkan sebelum menjalani radioterapi sehingga pasien tidak perlu mengkhawatirkan efek yang muncul nantinya.
Untuk mendapatkan diagnosis, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Bila berencana untuk berobat ke Malaysia, silakan isi form di sini.
Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Baca disclaimer kami.







