
Dr. Tan Chih Kiang
Dokter Spesialis Onkologi
Dr. Tan Chih Kiang adalah dokter onkologi yang praktek di Thomson Hospital dan Picaso Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia, Inggris & China.
- Praktek di
- Thomson Hospital
- Alamat
- Level 11, No. 11, Jalan Teknologi, Taman Sains Selangor 1, PJU 5, Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris, Melayu dan Mandarin
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Selasa | 08:00 - 12:00 |
| Kamis | 08:00 - 12:00 |
| Senin | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
|---|---|
| Selasa | 14:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Kamis | 14:00 - 17:00 |
| Jumat | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2005, International Medical University, MBBS (IMU), (Malaysia)
- 2017, University Malaya, MCO (UM) (Malaysia)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Tan Chih Kiang?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Tan Chih Kiang. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Tan Chih Kiang?
Thomson Hospital: Selasa, Kamis jam 08:00 - 12:00; Picaso Hospital: Senin, Rabu, Jumat jam 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00, Selasa, Kamis jam 14:00 - 17:00, Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Tan Chih Kiang?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Tan Chih Kiang bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






