
Datin Dr. Teoh Su Lin
Dokter Spesialis Mata
Datin Dr. Teoh Su Lin adalah dokter mata yang praktek di Subang Jaya Medical Centre.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia & Inggris.
- Praktek di
- Subang Jaya Medical Centre
- Alamat
- SS 12/1A, Subang Jaya, Selangor, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris, Melayu dan Mandarin
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 09:00 - 13:00 |
| Selasa | 09:00 - 13:00 |
| Rabu | 09:00 - 13:00 |
| Jumat | 09:00 - 13:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Tindakan medis
- Eye surgery
- LASIK eye surgery
- Phacoemulsification cataract surgery
- Photorefractive keratectomy (PRK)
Pendidikan
- 1982, Universiti Malaya, MBBS (Malaysia)
- 1989, Royal College Of Ophthalmologists, FRCOPHTH, (Inggris)
- 1987, Royal College Of Physicians & Surgeons Of Glasgow, FRCS (Inggris)
- 1988, Universiti Kebangsaan Malaysia, M.Surg.(Oph) (Malaysia)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Datin Dr. Teoh Su Lin?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Datin Dr. Teoh Su Lin. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Datin Dr. Teoh Su Lin?
Subang Jaya Medical Centre: Senin s.d. Rabu, Jumat s.d. Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Datin Dr. Teoh Su Lin?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Datin Dr. Teoh Su Lin bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






