
Dr. Tan Chee Seng
Dokter Spesialis Onkologi
Dr. Tan Chee Seng adalah dokter onkologi yang praktek di Mount Elizabeth Hospital, Gleneagles Hospital dan Mount Elizabeth Novena Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Singapura & Inggris.
- Praktek di
- Mount Elizabeth Hospital
- Alamat
- 3 Mount Elizabeth, Singapura
- Biaya konsul
- SGD 200 - 450 (perkiraan)
- Bahasa
- Indonesia, Inggris, Melayu dan Mandarin
Jadwal praktek
Catatan
- Untuk appointment dengan Dr. Tan Chee Seng di RS Mount Elizabeth Hospital, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Untuk appointment dengan Dr. Tan Chee Seng di RS Gleneagles Hospital, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Untuk appointment dengan Dr. Tan Chee Seng di RS Mount Elizabeth Novena Hospital, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery, National University of Singapore
- Member of the Royal College of Surgeons of Physicians, UK
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Tan Chee Seng?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Tan Chee Seng. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Tan Chee Seng?
Mount Elizabeth Hospital (dengan perjanjian); Gleneagles Hospital (dengan perjanjian); Mount Elizabeth Novena Hospital (dengan perjanjian).
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Tan Chee Seng?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 SGD (sekitar 1 - 3 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Tan Chee Seng bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






