
Dr. Sng Kim Hock
Dokter Spesialis Saraf
Dr. Sng Kim Hock adalah dokter saraf yang praktek di Pantai Hospital Kuala Lumpur.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia dan Inggris.
- Praktek di
- Pantai Hospital Kuala Lumpur
- Alamat
- 8, Jalan Bukit Pantai, Bangsar, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris, Melayu dan Mandarin
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 10:30 - 13:00 |
| Selasa | 10:30 - 17:00 |
| Rabu | 10:30 - 13:00 |
| Kamis | 10:30 - 17:00 |
| Jumat | 10:30 - 13:00 |
| Sabtu | 10:30 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 1976, University of Malaya, MBBS (Malaysia)
- 1982, Royal College of Physicians, MRCP (Inggris)
Review pasien
Kami sdh jumpa dgn Dr Sng kim hock. Beliau setelah melihat dan berbicara dgn putri kami, Iva****. Katanya kalau kondisi dyslexia ini, bukan bagian nya. Karena ini bukan masalah neuro,kt dr Sng.Beliau anjurkan ke dr pysitric dr katyna. Dari hsl konsultasi disini, putri perlu menjalani terapi utk keadaannya. terima kasih
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Sng Kim Hock?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Sng Kim Hock. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Sng Kim Hock?
Pantai Hospital Kuala Lumpur: Senin, Rabu, Jumat s.d. Sabtu jam 10:30 - 13:00, Selasa, Kamis jam 10:30 - 17:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Sng Kim Hock?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Sng Kim Hock bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






