
Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali
Dokter Spesialis Bedah Umum
Sub-spesialis: Bedah Payudara
Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali adalah dokter bedah umum dengan sub spesialis bedah payudara yang praktek di KPJ Kuching Specialist Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia.
- Praktek di
- KPJ Kuching Specialist Hospital
- Alamat
- Terletak di Jalan Stutong, Kuching
- Biaya konsul
- MYR 100 – 300 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
Catatan
- Untuk appointment dengan Dr. Sharifah Ashrina di RS KPJ Kuching Specialist Hospital, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2002, Universiti Malaysia Sarawak, MD (Malaysia)
- 2012, Universiti Kebangsaan Malaysia, MS (Malaysia)
- 2012, Universiti Kebangsaan Malaysia, Master Of Surgery (General Surgery) (Malaysia)
Review pasien
2 review pasien. Geser ke samping untuk membaca yang lain.
Alhamdulilah kata dokter tdk perlu operasi
Tetap kontrol saja, temu janji 1 tahun lagiDiminta kontrol 6bulan lagi dok
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali?
KPJ Kuching Specialist Hospital (dengan perjanjian).
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Sharifah Ashrina binti Wan Ali bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.


