
Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi
Dokter Spesialis Bedah Plastik
Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi adalah dokter bedah plastik yang praktek di KPJ Damansara Specialist Hospital 2.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia & Inggris.
- Praktek di
- KPJ Damansara Specialist Hospital 2
- Alamat
- Bukit Lanjan, 60000 Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Indonesia, Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 08:00-12:00 |
| Selasa | 08:00-12:00 & 13:00-17:00 |
| Rabu | 08:00-12:00 |
| Kamis | 08:00-12:00 |
| Jumat | 08:00-12:00 & 13:00-17:00 |
| Sabtu | 08:00-12:00 & 13:00-17:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 1998, University Of Nottingham, BMEDSCI MBBS (UK)
- 2004, Universiti Kebangsaan Malaysia, M. GEN. SURG (Malaysia)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi?
KPJ Damansara Specialist Hospital 2: Senin, Rabu s.d. Kamis jam 08:00-12:00, Selasa, Jumat s.d. Sabtu jam 08:00-12:00 & 13:00-17:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Rica Farah Muhd Abdullah Ichihashi bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.


