
Dr. Ramprasad Aradada
Dokter Spesialis Bedah Anak
Dr. Ramprasad Aradada adalah dokter bedah anak yang praktek di Gleneagles Kuala Lumpur, Pantai Hospital Kuala Lumpur dan Thomson Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari India, Inggris, dan Irlandia.
- Praktek di
- Gleneagles Kuala Lumpur
- Alamat
- 282 & 286 Jalan Ampang, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Selasa | 09:00 - 13:00 |
| Rabu | 09:00 - 12:30 |
|---|
| Senin | 10:30 - 12:00 |
|---|
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 1989, University of Bombay, M.S.(General Surgery) (India)
- 2000, Royal College of Physicians and Surgeons of Glasgow, FRCS (Inggris)
- 2000, Royal College of Surgeons of Ireland, FRCS (Irlandia)
- 2001, Royal College of Surgeons of Edinburgh, FRCS (Inggris)
Review pasien
Sudah ketemu dr ramprasad. Disarankan dipantau dulu belum perlu operasi.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Ramprasad Aradada?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Ramprasad Aradada. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Ramprasad Aradada?
Gleneagles Kuala Lumpur: Selasa jam 09:00 - 13:00; Pantai Hospital Kuala Lumpur: Rabu jam 09:00 - 12:30; Thomson Hospital: Senin jam 10:30 - 12:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Ramprasad Aradada?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Ramprasad Aradada bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.


