
Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar
Dokter Spesialis Onkologi
Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar adalah dokter onkologi yang praktek di Pantai Hospital Kuala Lumpur.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Inggris.
- Praktek di
- Pantai Hospital Kuala Lumpur
- Alamat
- 8, Jalan Bukit Pantai, Bangsar, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Selasa | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Kamis | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Jumat | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2006, University Of Nottingham, BMBS (UK) (Inggris)
- 2013, Royal College Of Radiologists (London), FRCR (UK) (Inggris)
- 2009, Royal College Of Physicians, UK, MRCP (UK) (Inggris)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar?
Pantai Hospital Kuala Lumpur: Senin s.d. Jumat jam 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00, Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Nur Fadhlina Abdul Satar bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






