
Dr. Nor Azmi Kamaruddin
Dokter Spesialis Internis
Sub-spesialis: Endokrin
Dr. Nor Azmi Kamaruddin adalah dokter internis dengan sub spesialis endokrin yang praktek di Institut Jantung Negara (IJN).
Beliau merupakan lulusan dokter dari Australia, Malaysia & USA.
- Praktek di
- Institut Jantung Negara (IJN)
- Alamat
- 145 Jalan Tun Razak, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
Catatan
- Untuk appointment dengan Dr. Nor Azmi di RS Institut Jantung Negara (IJN), harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Tindakan medis
- Diabetes & Pre-Diabetes Management.
- Obesity & Weight Management.
- Adrenal, Pancreatic, Pituitary & Thyroid Diseases.
- Bone Metabolism (Osteoporosis), Calcium & Electrolyte Disorders.
- Reproductive Endocrinology
Pendidikan
- 1986, Monash University, Clayton, Vic, MBBS (Australia)
- 1994, Universiti Kebangsaan Malaysia, M.MED, (Malaysia)
- 2009, American College Of Endorinology, FACE (USA)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Nor Azmi Kamaruddin?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Nor Azmi Kamaruddin. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Nor Azmi Kamaruddin?
Institut Jantung Negara (IJN) (dengan perjanjian).
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Nor Azmi Kamaruddin?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Nor Azmi Kamaruddin bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






