
Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq
Dokter Spesialis Bedah Saraf
Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq adalah dokter bedah saraf yang praktek di Pantai Hospital Kuala Lumpur.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia.
- Praktek di
- Pantai Hospital Kuala Lumpur
- Alamat
- 8, Jalan Bukit Pantai, Bangsar, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 09:00 - 17:00 |
| Selasa | 09:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:00 - 17:00 |
| Kamis | 14:00 - 17:00 |
| Jumat | 14:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2002, International Islamic University Malaysia, MBBS (Malaysia)
- 2013, Universiti Sains Malaysia, M.Neurosurgery (Malaysia)
Review pasien
Alhamdulillah sudah dilakukan operasinya
Kemarin sore pukul 18.00 sudah keluar rs
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq?
Pantai Hospital Kuala Lumpur: Senin s.d. Rabu jam 09:00 - 17:00, Kamis s.d. Jumat jam 14:00 - 17:00, Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Mohammed Azman Bin Mohammad Raffiq bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






