
Dr. Lim Yean Teng
Dokter Spesialis Jantung
Dr. Lim Yean Teng adalah dokter jantung yang praktek di Mount Elizabeth Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Singapura & Inggris.
- Praktek di
- Mount Elizabeth Hospital
- Alamat
- 3 Mount Elizabeth, Singapura
- Biaya konsul
- SGD 200 - 450 (perkiraan)
- Bahasa
- Indonesia, Inggris dan Mandarin
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 09:00 - 12:30 & 14:00 - 17:00 |
| Selasa | 09:00 - 12:30 & 14:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:00 - 12:30 & 14:00 - 17:00 |
| Kamis | 09:00 - 12:30 & 14:00 - 17:00 |
| Jumat | 09:00 - 12:30 & 14:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 1983, National University of Singapore, Bachelor of Medicine Bachelor of Surgery, MBBS (Singapore)
- 1987, National University of Singapore, Master of Medicine, M Med (Int Med) (Singapore)
- 1987, Membership of the Royal College of Physicians, MRCP (United Kingdom)
- 1992, Academy of Medicine, FAMS (Singapore)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Lim Yean Teng?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Lim Yean Teng. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Lim Yean Teng?
Mount Elizabeth Hospital: Senin s.d. Jumat jam 09:00 - 12:30 & 14:00 - 17:00, Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Lim Yean Teng?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 SGD (sekitar 1 - 3 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Lim Yean Teng bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






