
Dr. Lavitha Sivapatham
Dokter Spesialis Kandungan
Dr. Lavitha Sivapatham adalah dokter kandungan yang praktek di Gleneagles Kuala Lumpur dan Pantai Hospital Kuala Lumpur.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia, Inggris.
- Praktek di
- Gleneagles Kuala Lumpur
- Alamat
- 282 & 286 Jalan Ampang, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Kamis | 14:00 - 17:00 |
| Senin | 09:00 - 17:00 |
|---|---|
| Selasa | 09:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:00 - 17:00 |
| Kamis | 09:00 - 17:00 |
| Jumat | 09:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2009, Universiti Kebangsaan Malaysia, Master Of Obstetrics And Gynaecology (Malaysia)
- 2011, Royal College Of Obstetrics And Gynaecology, Membership Of The Royal College Of Obstetrics And Gynaecologists (MRCOG) (Inggris)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Lavitha Sivapatham?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Lavitha Sivapatham. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Lavitha Sivapatham?
Gleneagles Kuala Lumpur: Kamis jam 14:00 - 17:00; Pantai Hospital Kuala Lumpur: Senin s.d. Jumat jam 09:00 - 17:00, Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Lavitha Sivapatham?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Lavitha Sivapatham bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






