
Prof. Dr. Goh Bee See
Dokter Spesialis Anak
Sub-spesialis: Otology
Prof. Dr. Goh Bee See adalah dokter anak dengan sub spesialis otology yang praktek di Gleneagles Kuala Lumpur dan UKM Specialist Centre.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia.
- Praktek di
- Gleneagles Kuala Lumpur
- Alamat
- 282 & 286 Jalan Ampang, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris, Melayu dan Mandarin
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
| Senin | 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30 |
|---|---|
| Selasa | 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30 |
| Rabu | 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30 |
| Kamis | 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30 |
| Jumat | 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30 |
| Sabtu | 08:30 - 12:30 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 1996, Universiti Kebangsaan Malaysia, MD (Malaysia)
- 2003, Universiti Kebangsaan Malaysia, MS (Malaysia)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Prof. Dr. Goh Bee See?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Prof. Dr. Goh Bee See. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Prof. Dr. Goh Bee See?
Gleneagles Kuala Lumpur: Sabtu jam 09:00 - 13:00; UKM Specialist Centre: Senin s.d. Jumat jam 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30, Sabtu jam 08:30 - 12:30.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Prof. Dr. Goh Bee See?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Prof. Dr. Goh Bee See bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






