
Dr. Fauzi Md Anshar
Dokter Spesialis Internis
Sub-spesialis: Paru (Pernapasan)
Dr. Fauzi Md Anshar adalah dokter internis dengan sub spesialis paru (pernapasan) yang praktek di Prince Court Medical Centre.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Inggris.
- Praktek di
- Prince Court Medical Centre
- Alamat
- Jalan Kia Peng, Kuala Lumpur, Malaysia 50450
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 10:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Selasa | 09:00 - 13:00 |
| Rabu | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Kamis | 14:00 - 16:30 |
| Jumat | 09:00 - 12:30 |
| Sabtu | 09:00 - 12:30 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 1996, Sheffield University, MBCHB (United Kingdom)
- 1999, Royal College Of Physicians, Membership Of The Royal College Of Physicians (MRCP) (United Kingdom)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Fauzi Md Anshar?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Fauzi Md Anshar. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Fauzi Md Anshar?
Prince Court Medical Centre: Senin jam 10:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00, Selasa jam 09:00 - 13:00, Rabu jam 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00, Kamis jam 14:00 - 16:30, Jumat s.d. Sabtu jam 09:00 - 12:30.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Fauzi Md Anshar?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Fauzi Md Anshar bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






