
Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan
Dokter Spesialis THT
Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan adalah dokter THT yang praktek di Thomson Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari India & Malaysia.
- Praktek di
- Thomson Hospital
- Alamat
- Level 11, No. 11, Jalan Teknologi, Taman Sains Selangor 1, PJU 5, Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 21:00 |
| Selasa | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Kamis | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Jumat | 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:00 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2002, University Of Bangalore, MBBS (India)
- 2014, University Malaya, Master In Otorhinolaryngology (Malaysia)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan?
Thomson Hospital: Senin jam 09:00 - 13:00 & 14:00 - 21:00, Selasa s.d. Jumat jam 09:00 - 13:00 & 14:00 - 17:00, Sabtu jam 09:00 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Elang Kumaran A/L Krishnan bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






