
Dr. Anuradha Suberamaniam
Dokter Spesialis Kandungan
Sub-spesialis: Onkologi Ginekologi
Dr. Anuradha Suberamaniam adalah dokter kandungan dengan sub spesialis onkologi ginekologi yang praktek di Beacon Hospital.
Beliau merupakan lulusan dokter dari Malaysia & Inggris.
- Praktek di
- Beacon Hospital
- Alamat
- Jalan 215, Petaling Jaya, KL, Kuala Lumpur
- Biaya konsul
- MYR 250 – 500 (perkiraan)
- Bahasa
- Inggris dan Melayu
Jadwal praktek
| Hari | Jam praktek |
|---|---|
| Senin | 09:30 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Selasa | 09:30 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Rabu | 09:30 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Kamis | 09:30 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Jumat | 09:30 - 13:00 & 14:00 - 17:00 |
| Sabtu | 09:30 - 13:00 |
Catatan
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Pendidikan
- 2007, Aimst University, MBBS (Malaysia)
- 2015, Royal College Of Obstetrics And Gynaecology, Membership Of The Royal College Of Obstetrics And Gynaecologists (MRCOG) (Inggris)
Review pasien
Belum ada review untuk dokter ini.
FAQ
Apakah saat ini pasien Indonesia bisa berobat ke Dr. Anuradha Suberamaniam?
Ya, pasien dari Indonesia bisa berobat ke Dr. Anuradha Suberamaniam. Untuk cek tanggal praktek terdekat dan membuat janji, hubungi tim MediSata.
Kapan jadwal praktek Dr. Anuradha Suberamaniam?
Beacon Hospital: Senin s.d. Jumat jam 09:30 - 13:00 & 14:00 - 17:00, Sabtu jam 09:30 - 13:00.
Penting: Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
Kapan tanggal terdekat untuk buat janji?
Harap konfirmasi ke kami di sini.
Berapa biaya konsultasi Dr. Anuradha Suberamaniam?
Biaya untuk konsultasi awal antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta Rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya operasi atau untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Apakah Dr. Anuradha Suberamaniam bisa bahasa Indonesia?
Ya, dokter cukup lancar berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu) karena tiap hari menangani pasien asal Indonesia.






