Blog / Dokter Malaysia
Penyebab Sakit Leher & Punggung

Ringkasan
Sakit leher dan punggung umum dialami semua orang. Ada banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya gangguan pada saraf leher dan punggung, apa saja?
Tonton video: Penyebab Sakit Leher & Punggung
Mau berobat dgn Dr. Ashraf Sharifuddin, di Regency Specialist Hospital, Johor Bahru? Isi form ini.
Sakit leher dan punggung (belakang) merupakan penyakit yang umum dialami setiap orang. Penyakit ini akan dialami setidaknya sekali seumur hidup.
Menurut Dr Ashraf Sharifuddin, dokter bedah saraf di RS Regency Johor Bahru, ada 4 hal yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada saraf leher dan punggung:
- Radang otot
- Saraf terjepit
- Kecelakaan
- Spondylosis
Dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti gerakan olahraga yang salah, cedera otot, efek samping obat-obatan, dan infeksi.
Saraf kejepit sering disebut dengan slip disc. Ini adalah kondisi di mana saraf tertekan oleh organ di sekitarnya. Umumnya disebabkan oleh mengangkat beban yang terlalu berat
Ketika terjadi kecelakaan, beberapa bagian tubuh akan mengalami kerusakan, termasuk saraf pada punggung dan leher.
Spondylosis merupakan kuman pada saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit pada leher dan belakang.
Pengobatan
Biasanya sakit ini tidak serius dan dapat sembuh dengan segera. Pasien cukup beristirahat dan dapat membaik dengan sendirinya. Untuk mengurangi rasa sakit, dokter biasanya meresepkan pereda rasa nyeri (pain killer).
Namun, jika sakit terjadi berulang dan terus-menerus, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter. Sebelum memutuskan pengobatan, dokter akan melakukan anamnesa pada kesehatan pasien, termasuk menanyakan penyakit-penyakit serius yang pernah dialami.
Contoh pengobatan untuk sakit leher & punggung adalah: fisioterapi, perbaikan postur tubuh, injeksi, dll.
Untuk mendapatkan diagnosis, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Bila berencana untuk berobat ke Malaysia, silakan isi form di sini.
Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Baca disclaimer kami.







