Blog / Dokter Malaysia

Gejala Parkinson

Oleh Dr. Goh Kwang HweeDitulis Diperbarui

Gejala Parkinson

Ringkasan

Parkinson memiliki gejala motorik dan non motorik. Apa saja gejala-gejala keduanya?

Tonton video: Gejala Parkinson

Mau berobat dgn Dr. Goh Kwang Hwee, di Regency Specialist Hospital, Johor Bahru? Isi form ini.

Parkinson identik gejala-gejala motorik, khususnya ketidakmampuan pasien mengendalikan gerak organ tubuhnya. Padahal penyakit Parkinson ini juga menimbulkan gejala non motorik.

Gejala Non-motorik

Menurut Dr Goh Kwang Hwee, dokter saraf di RS Regency Johor Bahru, gejala non motorik muncul lebih awal dibandingkan gejala motorik tetapi kerap tidak disadari karena tidak kasat mata.

Adapun contoh gejalanya adalah:

  • Hilang penciuman: hidung akan terasa tidak nyaman dan kesulitan untuk mencium aroma/bau.
  • Gangguan tidur: susah tidur lelap, mudah terbangun, atau terbangun sebelum mendapat tidur yang cukup.
  • Sembelit: kesulitan buang air besar.
  • Merasa cemas atau panik
  • Depresi: gejala non-motorik lain adalah depresi. Diagnosa depresi hanya dapat diperoleh setelah berkonsultasi dengan dokter.

Gejala Motorik

Gejala motorik umumnya dibagi menjadi 4 kategori berikut:

  1. Gemetar (tremor)

    Gejala ini bisa terjadi pada bagian kaki, tangan, dan mulut. Umumnya, tremor akan berlangsung ketika tubuh sedang beristirahat (tidak sedang digunakan). Sebaliknya, tremor akan hilang, ketika anggota tubuh sedang digerakan.

  2. Gerakan melambat

    Kehilangan koordinasi dalam mengatur pergerakan tubuh umum terjadi pada penderita parkinson. Akibatnya gerakan tubuh akan melambat, kesulitan mengedipkan mata, dan kesulitan mengayunkan tangan saat berjalan.

  3. Otot terasa kaku

    Otot penderita akan terasa kaku dan tegang. Dengan demikian, penderita akan kesulitan membuat ekspresi wajah.

  4. Gangguan keseimbangan

    Gangguan keseimbangan juga merupakan gejala umum pasien Parkinson. Gejala ini sangat penting untuk diwaspadai karena gangguan keseimbangan dapat meningkatkan resiko terjatuh saat berjalan atau ketika berada di pinggir suatu area.

    Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang sesuai.

    Untuk mendapatkan diagnosis, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter.
    Bila berencana untuk berobat ke Malaysia, silakan isi form di sini.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Baca disclaimer kami.

Rumah sakit dan dokter terkait

Artikel lainnya

Butuh rekomendasi rumah sakit, cek jadwal, atau minta perkiraan biaya?

Kirim pertanyaan Anda lewat WhatsApp. Tim dokter umum MediSata akan membalas dan membantu menyiapkan rencana berobat, tanpa biaya.

Chat WhatsApp

Agar kami bisa langsung membantu, sertakan:

  • Keluhan atau diagnosis pasien
  • Usia pasien
  • Hasil lab, scan, atau surat rujukan (jika ada), cukup difoto
  • Perkiraan tanggal berangkat
  • Kota asal di Indonesia
Chat WhatsApp Kirim pertanyaan